Belum Menjadi Ahli, Baru Sebuah Ungkapan


Kategori Ekonomi dan Bisnis
By: Siti Fathimah, SE

Tidak diragukan lagi masalah pengangguran adalah masalah yang tidak berujung. Beribu mahasiswa diwisuda setiap periodenya. Namun kemana mereka setelah menyelesaikan studi? Sebagian dari mereka melanjutkan studi, sebagian lagi bekerja. Namun tidak semua dari mereka melakukan demikian. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menganggur. Menganggur dapat diartikan sebagai orang yang tidak bekerja atau orang yang sedang mencari pekerjaan. Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki anak-anak muda yang pintar dibuktikan dengan hasil nilai akademik mereka. Namun praktik di lapangan masih kurang mahir karena selama mengenyam pendidikan hanya berpaku pada teori.
Pengangguran disebabkan oleh dua faktor, yakni lapangan kerja dan keterampilan (skill). Ada yang beranggapan bahwa banyaknya pengangguran karena minimnya ketersediaan lapangan kerja. Di sisi lain, sumber daya manusia (SDM) yang minim skill sehingga tidak memenuhi kriteria perusahaan. Untuk itu, agar menekan angka pengangguran, dibutuhkan solusi mengatasi dua permasalahan penting ini.
Beberapa hal yang harus dilakukan untuk generasi muda NTB untuk kedepannya terkait area Ekonomi dan Bisnis:
-             Skill harus dikembangkan melalui komunitas/organisasi
-             Lembaga pendidikan dengan memperbanyak mata pelajaran/kuliah berbasis praktik
-             Orang tua harus mendukung anak mereka untuk ikut berpartisipasi di luar akademik (ekstrakulikuler)
-             Mengadakan pelatihan terkait kepemimpinan dan jiwa kewirausahaan sejak dini
-             Pemerintah membuat lembaga hukum yang khusus untuk melatih jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan, terlebih untuk para mahasiswa ketika selesai diwisuda agar para pemuda ketika lulus studi, tidak malu untuk membuka usaha sendiri.
-             Melek teknologi adalah suatu keharusan. Teknologi semakin berkembang, namun ada saja yang masih menjual sapu ijuk tradisional. Alat ini sangat jarang dipakai untuk kebutuhan masyarakat sekarang. Apalagi mereka yang berjualan adalah orang tua yang keliling jalan kaki, itupun kalau sapu yang dipikul mereka itu laku terjual. Selain itu, ada pula yang keliling jualan ember sambil memukul ember agar terdengar keras untuk menarik perhatian konsumen. Sedangkan, kita ke toko saja kita bisa memperolehnya.

         Untuk itu kita bisa melihat melihat peluang usaha apa saja yang dimiliki NTB. Sebenarnya NTB memiliki potensi yang besar jika bisa membuka lapangan kerja. Jika secara lazim peluang kerja hanya ada di bank, restoran, rumah makan, toko-toko, atau perusahaan-perusahaan keuangan lainnya, namun kali ini bisa dicoba dengan membuka usaha di sektor pariwisata.
Dalam pengembangan skill akan diajarkan bagaimana memulai bisnis dengan memiliki mental percaya diri dan tidak malu. Sebagai generasi milenial, kita juga harus memanfaatkan teknologi seoptimal mungkin dengan tidak mengandalkan “kerja otot” saja. Kegengsian untuk berbisnis harus dihilangkan, selama pekerjaan yang dilakukan bersifat halal sesuai dengan identitas Nusa Tenggara Barat yang memiliki identitas pariwisata halal.
Bidang sektor pariwisata juga jangan yang monoton terus. Contoh: ketika saya pernah melamar pekerjaan di sekitaran pantai Kuta, mereka sedang tidak menerima lowongan kerja karena berkaitan dengan wisatawan berkunjung drastis akibat gempa bumi. Dengan kata lain, semakin tinggi angka wisatawan berkunjung, maka semakin tinggi pula lowongan kerja dibutuhkan. Pemerintah dan/atau pengusaha harus memiliki planning yang lainnya. Jadi ketika gempa bumi, para wisatawan tidak mempengaruhi secara drastis untuk datang karena masih banyak yang mereka harus tahu tentang NTB, bukan hanya spot pariwisata saja, namun juga kebiasaan masyarakat, makanan tradisional, aktivitas masyarakat sehari-hari, dll.
Berkaitan dengan peluang pekerjaan melalui pariwisata yang sedang “naik daun” di NTB, maka peluang tersebut harus mendapatkan pemerataan se-daerah NTB. Seperti yang kita ketahui, Lombok meraih beberapa penghargaan dan pariwisata tingkat nasional maupun internasional. Untuk itu, daerah pulau Sumbawa juga harus diberikan kesempatan yang sama dengan Lombok. Gali potensi yang ada di sana dan promosi harus tetap dijalankan. Apalagi sekarang dengan bantuan sosial media, maka lebih mudah masyarakat lokal, luar daerah maupun luar negeri mengetahui keindahan daerah yang ada di dalamnya.
Dengan demikian, pengangguran dapat berkurang sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi provinsi Nusa Tenggara Barat terutama di sektor pariwisata apabila program yang sudah saya paparkan di atas dapat dilaksanakan dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sade Traditional Village of Lombok; Only on Sade!

Roommate.

ECONOM(A)KRO: